YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM MAMBA’UL FALAH

          Pondok Pesantren Mamba’ul Falah adalah pondok pesantren yang bertempat disalah satu dusun di desa Wonosuko yaitu Dusun Moncek. Pondok pesantren ini berdiri pada tanggal 27 November 2012 yang diasuh oleh H. Ust Kamaluddin. Ust Kamaluddin mulai merintis pendidikan dimana dusun yang hanya terdiri 113 kepala keluarga dan mayoritas sumber penghasilan adalah tani dan bisa dikatakan 60% di bawah garis kemiskinan, dan terdiri 2 Mushola tempat pembelajaran Al-Qur’an dan 1 Masjid yang mana masih kurang mendapat kesadaran dan perhatian dari masyarakat. Sehingga dengan ini Ust.Kamaluddin mencoba memasukkan pelajaran Amtsilati sebagai langah awal sebuah perubahan pendidikan untuk anak-anak di Dusun Moncek. Dan berawal dari sebuah Mushola dengan bermodalkan 5 (lima) anak, Ust. Kamaluddin memulai pendidikan Amtsilati selama satu bulan kemudian bertambah menjadi 30 anak. Dari hasil pembelajaran selama satu bulan demikian, masyarakat mulai ada kesadaran untuk mendukung adanya pendidikan agama tersebut.

Saat ini (Agustus 2018) Di Yayasan Pendidikan Islam Mamba’ul Falah juga sudah terdapat Pendidikan Formal yaitu SMP NU 14 yang mana pendidikan ini dikhususkan untuk tingkatan sekolah menengah pertama  dan terdapat pula SMK Mamba’ul Falah (TPHP) untuk tingkatan menengah kejuruan (SMA sederajat) yang sementara ini masih difokuskan dalam satu prodi saja yakni progam keahlian Teknik Pengolahan Hasil Pertanian. Jurusan ini tentu saja sangat berpengaruh untuk meningkatkan sumber daya manusia sekitar karena di wilayah Yayasan Mamba’ul Falah sendiri mayoritas penduduknya bermata pencaharian Tani.

Dengan adanya Yayasan Pendidikan Islam Mamba’ul Falah ini, tentu sangat menguntungkan baik bagi Masyarakat ataupun desa Wonosuko sendiri. Masyarakat sekitar tidak perlu repot-repot memondokkan dan menyekolahkan anaknya jauh-jauh keluar kota, karena di Dusun Moncek saat ini sudah tersedia yayasan Mamba’ul Falah. Hal ini juga sangat meringankan beban dan keprihatinan orang tua.

 

Data ini dihimpun oleh mahasiswa KKN kelompok 212 Universitas Jember (https://unej.ac.id/)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas