Usaha Penggorengan Kerupuk Ibu Hana

  Kerupuk sebagai pelengkap dalam makan bukanlah hal yang asing bagi semua orang. Hana salah satu warga Dusun Krajan Barat Desa Wonosuko memanfaatkan kerupuk sebagai mata pencaharian sampingan. Selama hampir satu tahun terakhir ini ia menekuni usaha penggorengan kerupuk. Ia membeli kerupuk mentah di pasar Tamanan yang kemudian digoreng untuk dijajakan di warung-warung sekitar. Kerupuk dikemas dalam plastik sebelum dijual. Pengemasan biasa dilakukan di malam hari. Hana hanya ditemani oleh suami dalam melakukan penggorengan, pengemasan, hingga penjajakan. Kemasan yang digunakan juga masih sangat sederhana. Bermodalkan plastik dan lampu minyak yang digunakan untuk merekatkan plastik. Tidak ada label dalam kemasan kerupuk tersebut.

            Satu kemasan kerupuk biasa dijual seharga Rp 500. Keuntungan yang didapat Hana dari usaha penjualan kerupuk ini tidak terlalu besar. Namun, usaha kerupuk ini mampu membantu kebutuhan dapurnya. Hana berniat untuk terus menekuni usaha ini di samping sang suami yang bekerja di mebel miliknya.

 

Data ini dihimpun oleh mahasiswa KKN kelompok 212 Universitas Jember (https://unej.ac.id/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas