SEJARAH DUSUN SINGAL

          Wonosuko merupakan desa terluas di Kecamatan Tamanan. Sedangkan Sengal merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Wonosuko. Adapun batas dusun Singal dari jembatan kecil (bhu’) hingga gapura yang terletak di sebelah selatan. Peninggalan dari Dusun Sengal adalah perlintasan kereta api dan menara sinyal kereta. Adapun yang dimaksud menara berupa sinyal tebeng yang berfungsi sebagai keluar masuk kereta api ke kampung dari jalur Panarukan – Kalisat. Jalur Kereta Api ini menghubungkan Stasiun Kalisat da Stasiun Panarukan, Situbondo. Tetapi saat ini sudah tidak beroperasi lagi. Jalur ini juga melayani kereta lokal angkutan penumpang Panarukan-Jember. Jalur ini ditutup pada pertengahan 2004 karena sepinya kereta api yang lewat serta kalah bersaing dengan moda transportasi lain.bekas rel kereta api di sengal akan di gunakan kereta wisata oleh pemerintah kabupaten.

          Penulis menyimpulkan bahwa penamaan Dusun Sengal berasal dari adanya menara sinyal kereta. Namun masyarakat menyebutnya “singal” sebab masyarakat tidak mengenal huruf y.  Menurut masyarakat sekitar adanya peninggalan perlintasan kereta api dan menara akan dibangun adanya kereta wisata. Hingga saat ini jalan di Sengal masih berstatus hak milik KAI. Jadi masyarakat Dusun Singal tidak dapat memperbaiki jalan yang ada sebab tidak memiliki hak. Uniknya ada rumah warga yang dibangun diatas batas desa. Dimana bagian depan rumah masuk desa Tamanan dan bagian dapurnya masuk Dusun Sengal.

Data ini dihimpun oleh mahasiswa KKN kelompok 212 Universitas Jember (https://unej.ac.id/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas