Shalawatan: Kegiatan Rutin Desa Wonosuko

Kata shalawat juga dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari kata shalat yang pada asalnya berarti doa.                   Kedua istilah shalawat dan shalat sebenarnya sudah akrab di telinga warga Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Hanya saja dalam pemahaman mereka konotasi keduanya berbeda satu dengan yang lain. Shalat diartikan sembahyang, sedang shalawat adalah bacaan tertentu dalam konteks doa untuk Nabi Muhammad SAW.

       Hadrah adalah sebuah musik yang bernafaskan Islami yaitu dengan melantukan Sholawat Nabi diiringi dengan alat tabuhan dengan alat tertentu, mungkin ketika anda telusuri hadrah itu berasal dari Kebudayaan Timur Tengah lebih tepatnya dikenal dengan Marawis di Negeri Asalnya. Salah satu kegiatan rutin yang ada di desa wonosuko adalah shalawat yang rutin diadakan malam selasa berlokasi di masjid Al-Ikhlas desa Wonosuko. Di Wonosuko Hadrah menjadi popular karena masuk di Madrasah-madrasah yang ada di Wonosuko.

         Visi Desa Wonosuko saat ini adalah Mewujudkan Desa Wonosuko Yang Religius, Rukun Dan Makmur Serta Berdaya saing Tinggi. Maka demi mewujudkan visi mulia itu perlu adanya dorongan semangat membangun Desa Wonosuko dengan program kegiatan-kegiatan yang baik pula. Gerakan sholat shubuh berjama’ah, Gerakan berhenti/menstop acara kegiatan untuk melaksanakan sholat berjama’ah.

          Kegiatan shalawatan ini biasanya dilakukan dalam forum bersama di masjid, kegiatan shalawatan di isi dengan membaca ayat-ayat Al-quran, bacaan tahlil, dan melantunkan pujian pujian. Kegiatan shalawatan pada umumnya dibagi menjadi dua kelompok per dusun, yaitu kelompok shalawatan putra dan putri, meskipun di beberapa dusun ada lebih dari dua kelompok.

        Umunya kegiatan shalawatan di Desa Wonosuko di ikuti oleh pemuda desa Wonosuko, kegiatan shalawatan ini di lakukan satu kali dalam seminggu yaitu pada hari Senin malam. Lahirnya shalawatan di Desa Wonosuko ini adalah keinginan masyarakat untuk mempunyai sambungan  yang kuat terhadap Nabi Muhammad SAW dan agar kelak mendapat syafaat Nabi Muhamad SAW. Di akhir kegiatan shalawatan biasanya warga berkumpul bersama untuk sekedar berbagi informasi dan menjalin silaturahmi.

 

Data ini dihimpun oleh mahasiswa KKN kelompok 212 Universitas Jember (https://unej.ac.id/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas