Menjaga Tembakau di Malam Hari

          Menjaga tembakau di malam hari merupakan salah satu tradisi masyarakat Wonosuko  disetiap tahunnya saat musim panen tembakau. Tembakau yang dijaga adalah tembakau yang sudah dipanen dan di tumpuk digudang yang dibuat oleh petani di sawahnya. Gudang tersebut dibuat ditengah sawah dan jauh dari rumah penduduk sebagai tempat untuk mengolah tembakau dari hasil panen sehingga dapat dikirim ke gudang. Gudang tersebut sengaja dibuat di tengah sawah agar dalam proses penjemuran tembakau dapat menghasilkan cahaya matahari yang maksimal. Penjagaan tersebut dilakukan untuk menghindari pencurian terhadap tembakau yang sudah mulai kering, karena tembakau yang sudah mulai kering bobotnya sudah tidak seberat yang ada disawah dan sudah ditata rapi oleh petani untuk siap di jual ke pabrik.

        Penjagaan tersebut biasa di mulai dari jam 21.00 sampai 04.00 wib, karena pada jam-jam tersebut kebanyakan warga sudah banyak yang beristirahat dan biasanya dimanfaatkan oleh beberapa penjahat desa untuk mengabil kesempatan mengambil hak orang lain. Dalam menjaga tembakau tersebut petani mengajak satu orang untuk menemani. Orang yang diajak untuk menemani menjaga tembakau dibayar sebesar Rp.30.000/malam. Petani tersebut biasanya membuat api unggun dan kopi agar tidak merasa kedinginan di tengah malam.

 

Data ini dihimpun oleh mahasiswa KKN kelompok 212 Universitas Jember (https://unej.ac.id/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas